A. Pendahuluan

Dalam dunia bisnis dalam menjalankan perusahaan tekadang kurang memahami menganai daur hidup produk,  hal semacam ini mengakibatkan banyak seseorang yang membuka usaha dan dalam rentan waktu yang singkat memutuskan untuk menutup usahanya. Dalam menjalankan perusahaan pada tahap awal pembukaan maupun telah berjalan, strategi dan perencanaan sangatlah diperlukan. Maka keputusan produk memiliki dampak pada seluruh fusngsi organisasi dan kegiatan organisasi perusahaan. Kehidupan produk dibagi menjadi empat tahap, yaitu perkenalan, pertumbuhan, kematangan, dan penurunan. Keempat fase tersebut yang dinamakan dengan siklus daur hidup produk.

Daur hidup produk dalam keempat fase tersebut dapat menggambarkan kondisi yang akan terjadi pada perusahaan pada tiap-tiap fase. Setelah mengetahui yang akan menjadi gambaran serta resiko, maka perusahaan akan membuat bagaiaman strategi dalam menempuh keempat fase tersebu, dan di fase keempat (pada tahap penurunan) perusahan dapat menekan terjadi penurunan sehingga selalu “eksis” di pasaran..

Dengan adanya pemahaman menganai daur hidup dan strategi yang perlu dilakukan dalam keempat fase tersebut maka dalam menjalankan perusahaan dapat menentukan strategi yang tepat dalam mencapai tujuan perusahaan yang diinginkan. Strategi yang tepat maka fase pertama perusahaan mampu memesarkan produknya dan mampu dikenal dengan cepat oleh konsumen, padsa fase kedua meningkatnya permintaan konsumen atau peningkatan penjualan yang tinggi, pada fase ketiga dapat menjaga “eksisnya” perusahaaan ataupun produk di mata konsumen disbanding produk pesaing, dan yang terakhir dapat mengurangi atau mengatasi resiko penurunan perusahaan atau pada titik jenuh dimana penjualan atau permintaaan konsumen mulai menurun.

Sistematika  pembahasan pada makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Pendahuluan, 2. Definisi daur hidup, 3. Pendahuluan produk, 4. Pertumbuhan Produk, 5. Kedewasaan Produk, 6. Kemunduran Produk

A. Definisi Daur Hidup Produk

Menurut Wikipedia siklus produk merupakan siklus suatu produk organisasi dengan tahap-tahap proses perjalanannya mulai dari peluncuran awal, peluncuran resmi, perubahan target dari awal, lalu mulai berjuang dan berkompetisi dengan produk-produk pesaing, serta mulai meningkatkan penerimaan/ penjualan/ distribusi yang luas.

Pada umumnya dalam daur hidup produk dibagi menjadi empat fase secara bertahap. Tahap pertama adalah perkenalan/ perintisan,  di dalam tahap ini produk baru pertama kali diperkenalkan oleh konsumen. Tahap ke dua adalah pertumbuhan, pada tahap ini ditandai dengan produk sudah mulai dikenal konsumen tetapi mulai terdapat produk-produk “pengekor” dari perusahaan lain. Tahap ke tiga, produk perusahaan sudah memiliki Goodwill dari masyarakat atau konsumen dan persaingan yang ketat antar perusahaan lain berada pada tahap ini. Tahap terakhir pada tahap daur hidup produk adalah Penurunan, pada tahap ini konsumen sudah mulai jenuh dengan produk yang telah berada pada tingkat popuritasnya pada tahap kedewasaan yang telah dilalui.

B. Tahap Perkenalan (Introduction)

Pada tahap perkenalan tidak selalu menguntungkan produsen, karena harus melakukan promosi secara bsa-besaran.  Iklan-iklan harus dilakukan dengan tepat. Tidak hanya secara besar-besaran tetapi harus tepat. Iklan pada tahap ini lebih pada perkenalan produk, yang bersifat memberitahukan kaunggulan produk yang membuat konsumen mau dan butuh produk yang dipasarkan sehingga mampu menananmkan kebiasaan baru, mengembangkan pemakaina baru, dan mengusahakan standar hidup baru.

C. Tahap Pertumbuhan

Pada tahap ini produk perintis dipasaran sudah dikenal oleh konsumen. Maka pada tahap ini sudah timbul produk-produk pesaing yang berjenis sama. Walaupun konsumen sudah tahu produk, bagaimana menggunakannya, tetapi merk mana yang akan dibeli konsumen? Apakah produk yang pertama sebagai leadership atau memilih prosuk-produk “pengekor”.

Sehingga pada tahap ini, periklanan dan promosi bertujuan untuk mengkomunikasikan perbedaan produknya dengan produk-produk “pengekor” dari pesaing. Iklan pada tahap ini sudah tidak lagi menjelaskan kegunaan produk tetapi kualitas produk disbanding produk pesaing.

D. Tahap Kedewasaan

Tahap ini adalah tahap dimana produk sudah menguasai pasar konsumen dan menjadi andalan bagi konsumen. Sehingga menimbulkan keuntungan bagi perusahaan yang paling optimal.

Upaya yang dilakukan pada tahap ini lebih pada iklan yang bersifat menahan perlindungan terhadap kekuatan prestasi yang telah dicapai. Walaupun sudah eksis dipasaran konsumennya, perusahaan tidak boleh menghentikan iklan yang dilakukan. Mengurangi iklan yang bersifat kompetitif karena produk sudah diterima, dihargai, dan digunakan oleh konsumen. Sehingga perusahaan hanya membuat iklan yang bersifat pengingatan dan menjaga distribusi yang sudah luas dilakukan.

E. Tahap Kemunduran

Bagaikan sebuah roda kehidupan ataupun bagaikan kehidupan dunia dari lahir menuju kesuksesan(kedewasaan) pasti akan mati diambil kembali oleh Sang Khaliq. Proses siklus daur hidup produk juga seperti itu, produk yang telah eksis diatas produk pesaing juga dapat jatuh pada titik tertentu dimana masyarakat sudah jenuh dan tidak mau lagi membeli produk tersebut.

Maka Terdapat dua strategi yang dapat dilakukan pada proses ini. Yang pertama, menganggap bahwa produk telah memberikan keuntungan melampui harapan, sehingga sebaiknya produk dibiarkan mati. Produk tidak perlu ditarik, dibiarkan berangsur-angsur habis di pasaran. Pertimbangan yang diambil adalah hilannya biaya iklan dan biaya distribusi pada produk itu. Manajemen focus pada produk baru dan inovasi produk laninnya (biasanya digunakan pada perusahaan kain, pakaian, dan aksesoris). Strategi yang kedua adalah dengan melakukan inovasi pada produk lama, seperti mengganti kemasan, menambahi atau mengganti sesuatu yang baru, dll. Apabila menggunakan strategi ini perusahaan harus kembali gencar melakukan iklan seperti pada tahap perkenalan, tetapi biasanya produk yang lama sudah pernah eksis di kalangan konsumen dan diinovasi atau dikembangkan lebih mudah dalam fase menuju kedewasaan.

KESIMPULAN

Siklus produk merupakan fase yang dilakui oleh produk dari perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan kemunduran. Dalam fase perkenalan ditandai dengan iklan yang genjar dengan mengedepankan perkenalan produk, manfaat produk, cara menggunakan produk. Fase pertumbuhan, produk sudah mulai dikenal oleh konsumen dan mulai muncul produk-produk pesaing, maka perusahaan lebih menggunakan iklan yang bersifat perbedaan produknya terhadap produk lain serta mengiklankan kualitas produknya. Pada tahap ketiga merupakan kedewasaan, produk sudah eksis dikalangan konsumen, menjadi produk unggulan dikalangan produk yang sejenis, maka promosi maupun iklan hanya bersifat mengingatkan konsumen bahwa produknya masih ada. Pada tahap terakhir yaitu kemunduran, strategi yang dapat dilakukan adalah dengan membiarkanproduk mati secara perlahan dipasar atau dengan inovasi pada produk yang lama.

DAFTAR PUSTAKA

Https://id.m.wikipedia.org/wiki/siklus_produk. diakses tanggal 04/10/2015 pukul 09.15

Nur Anita.m.  Institute Teknologi Sepululuh November jurusan teknik industry. Digilib.its.id/public/ITS-Undergraduated-12648-paper.pdf. diakses tanggal 04/10/2015 pukul 08.35

Teddy K Wirakusuma. Tahapan periklanan berdasarkan tahapan daur hidup produk. http://teddykw2.wordpress.com/2008/03/25/tahapan-periklanan-berdasarkan-tahapan-daur-hidup-produk/. Diakses tanggal 04/10/2015 pukul 10.35

Iklan